ass..
kamu^0^ yang sangat kusayangi…
mohon maaf sebelumnya, hari ini mam menyuratimu lagi..
mam sedih bgd hari ini sayang…
perjuangan mam terasa sangat sia2…
mam merasa putus asa.
tapi untung saja, pandu, si kecil itu mengingatkan mam bahwa allah sangat benci terhadap orang yang berputus asa..
mam merasa malu padanya. Meskipun masih kecil, tapi kata2nya sangat ‘dewasa’ sayang..
kamu^0^, apakah kamu ingin tau masalah yang membuat mam sedih lagi?
meskipun kamu^0^ tak mau tau, tapi mam akan menceritakannya padamu.
mungkin kamu^0^ muak mendengar cerita mam yang itu2 saja, cerita mengenai penyair sialan itu!
tapi kali ini bukan ia penyebab kesedihan mam…
mam hari ini melakukan kesalahan fatal yang membuat ‘bos’ marah besar!
deadline yang telah mam persiapkan dengan matang ternyata tidak sesuai dengan keinginan ‘bos’.
padahal karena deadline itu mam tidak sempat menyuratimu beberapa waktu lalu,
karena deadline itu lambung mam berteriak kecapean,
karena deadline itu mam tak mampu memikirkan hal lain,
karena deadline sialan itu sayang!
ternyata semua pengorbanan mam sia2 saja.
kecewa?
kecewa?
yup lagi2 kecewa dan sedih.
mudah2an ada hikmah, ada kebaikan dibalik ini semua.
amin.
nb: kamu^0^, surat mam mohon dibalas secepatnya. Mam butuh semangat kamu^0^
mam sayang kamu^0^…
with love,
Mam